Imajinasi Tarantino Mengenai Akhir Perang Dunia II

Tampaknya tema Perang Dunia II akhir akhir ini menjadi suatu tema menarik yang kembali diangkat ke layar lebar oleh para sineas barat. Setelah disuguhi oleh suatu karya yang berdasarkan kejadian sesungguhnya menjelang berakhirnya Perang Dunia II yang berjudul Valkyrie, saat ini suatu karya luar biasa dari Quentin Tarantino telah hadir dengan judul Inglorious Bastards (IB).

Kedua film ini mempunyai persamaan dimana keduanya mengangkat kondisi tentara Jerman (dan Hitler tentunya) pada saat saat menjelang akhir Perang Dunia II, keduanya juga bercerita mengenai suatu konspirasi pembunuhan terhadap orang nomor satu di Jerman pada saat itu, Hitler.

Perbedaan kedua film tersebut adalah Inglorious Bastards adalah suatu karya (yang lagi – lagi) nyeleneh dari seorang Tarantino, sebaliknya Valkyrie adalah film yang diangkat berdasarkan suatu kisah nyata.

Seperti halnya karya karya Tarantino sebelumnya Inglorious Bastards (IB) tetap menampilkan beberapa ciri yang selama ini muncul dari karya sebelumnya: kekejaman yang di eksplotasi secara lebih, dendam tetap mewarnai alur cerita, dan juga gaya Tarantino yang tidak mau terikat oleh sesuatu kaidah atau kebiasaan lainnya, terasa sangat kuat dalam film ini.

Film dimulai dengan adegan yang sangat mencekam, interogasi oleh seorang kolonel Gestapo yang bernama Hans Landa (diperankan dengan sangat baik oleh Christoph Waltz) dalam upayanya mencari keluarga Yahudi yang melarikan diri ke daerah pedesaan Perancis. Christoph Waltz berhasil membangun suasana yang begitu mencekam sebagai pembuka di awal film ini. Alur cerita berikutnya mengalir dengan sederhana, dimana seorang tentara Amerika bernama Letnan Aldo Raine (diperankan oleh Brad Pitt) mengumpulkan sejumlah orang Yahudi untuk melakukan pembantaian terhadap tentara Jerman. Dan misi ini berujung kepada suatu usaha pembunuhan terhadap pimpinan tertinggi Jerman pada saat itu yang tidak lain adalah Hitler.

Kompleksitas dari cerita ini membuat Tarantino membagi film ini kedalam beberapa chapter yang berbeda, untuk memudahkan penonton dalam mengikuti alur yang ada. Dan Tarantino juga mencoba untuk mengambil sikap sikap ekstrim dalam mewujudkan karyanya, tidak hanya dalam bentuk kekerasan yang disana sini dapat dikategorikan cukup kejam, tetapi juga tuntutan kepada Brad Pitt untuk mampu melakukan dialog dengan logat yang beraksen sangat amerika juga merupakan salah satu yang mewarnai film ini.

Disamping itu penjelasan secara detail mengenai peristiwa demi peristiwa juga mendukung keutuhan dan persepsi terhadap film ini, tidak hanya dalam bentuk flash back (kilas balik) bahkan beberapa penjelasan dibuat dengan sangat gamblang dan tidak umum. Tapi hal hal ini justru berhasil memperkaya IB, yang menjadi suatu film perang dengan banyak warna, tidak hanya kejam, tetapi dialog dan pengambilan gambar pun dapat membuat kita tersenyum. Dari sisi pengambilan gambar pun, Tarantino berhasil membangun dan menciptakan suatu impresi yang sangat mendalam pada beberapa adegan.

Suatu alur cerita yang sebenarnya sederhana, berhasil dikembangkan lebih lanjut oleh Tarantino menjadi suatu karya yang tidak umum, sangat tidak Hollywood, karena kita akan cukup dibuat terkejut kejut dengan akhir yang sama sekali kita tidak duga sebelumnya. Dan bahkan akhir cerita pun tidak selalu menghasilkan sesuatu yang kita harapkan. Inglorious Bastards adalah satu karya Tarantino yang relatif lebih mudah dinikmati oleh umum, jika dibandingkan karya sebelumnya.

Review: 9/10

Tulisan ini telah dipublikasikan di rizanovara.wordpress.com

Explore posts in the same categories: movie review

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: