Kembalinya James Cameron

Film Avatar ini memanjakan para penontonnya dengan gambaran imajinasi yang indah dan mencenangkan. Tidak hanya animasi adegan pertempuran antara suka Na’vi sebagai penduduk pribumi dengan manusia dan teknologi tingginya, tetapi penggambaran planet dengan keindahan alamnya juga berhasil di visualkan secara baik. Film ini adalah merupakan karya pertama James Cameron dalam 12 tahun sejak film layar lebar terakhirnya yaitu the Titanic yang berhasil menggaet 11 oscar, sebelumnya James Cameron lebih banyak menggarap film dengan genre action antara lain adalah: The Terminator 1&2, Rambo, Aliens dan beberapa film lainnya. Dan di film Avatar ini james Cameron sepertinya ingin untuk bisa menyatukan film action dengan bumbu romantismenya.

Agak berbeda dengan film film biasanya, dimana manusia yang menjadi korban dari mahluk asing yang menyerbu bumi, Avatar justru bercerita mengenai ketamakan manusia yang dengan teknologinya melakukan ”penjajahan” terhadap suatu kehidupan di suatu planet lain yang teknologinya ”lebih tertinggal” dibandingkan dengan teknologi manusia.

Ketamakan manusia ini digambarkan dari hasrat keinginan manusia untuk melakukan eksplorasi dari suatu bahan tambang yang kebetulan berada persis dibawah lokasi suatu desa penduduk asli planet tersebut. Berbagai upaya dilakukan untuk dapat menguasai bahan alam tersebut, dimulai dengan cara menyusupkan seorang eks marinir yang bernama Jake Sully (diperankan oleh Sam Worthington) ke dalam suku bangsa tersebut untuk mendapatkan data intelejen dari suku tersebut dan kemudian diharapkan melakukan negosiasi agar penduduk tersebut bersedia untuk dipindahkan. Upaya negosiasi tidak berjalan dengan baik dan akhirnya upaya pemindahan tersebut dilakukan dengan cara kekerasan. Hal yang tidak diduga adalah berubahnya keberpihakan dari Sully dan beberapa ilmuwan yang menolak cara kekerasan tersebut. Dan dibumbui dengan romantisme Sully yang jatuh hati dengan Neytiri yang merupakan putri raja klan omaticaya, peperangan merupakan jalan terakhir penyelesaian ini.

Disamping film ini memanjakan penonton dengan gambar dan imajinasi yang luar biasa, film ini juga berhasil menyatukan isu lingkungan hidup, isu penindasan dan juga isu ketamakan manusia terhadap sumberdaya alam, dan menjalinnya sebagai suatu suguhan yang menarik. Film yang berdurasi 160 menit ini pada awalnya mungkin dirasa berjalan dengan tempo yang agak lambat, sampai akhirnya timbul konflik antara kepentingan yang terjadi, dimana tempo film berjalan dengan cepat dan tentunya akhir film ini sudah dapat ditebak. Dan akhirnya Film ditutup dengan adegan Sully yang ber Avatar (yang mungkin lebih kita kenal dengan istilah reinkarnasi).

Film ini merupakan kado penutup akhir tahun dari james Cameron kepada para penikmat film di seluruh dunia, sebuah maha karya yang luar biasa. Apakah Avatar juga akan mengikuti kesuksesan dari Titanic dengan menyabet mayoritas piala Oscar yang akan diperebutkan? Sepertinya jawabannya adalah ya….

Review: 9/10

Tulisan ini juga di publikasikan di rizanovara.wordpress.com

Explore posts in the same categories: movie review

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: