Hachiko: Suri Tauladan dari Seekor Anjing

Kekuatan dari film ini adalah ceritanya yang berasal dari kejadian yang sesungguhnya, suatu tema yang sangat sederhana yagn berbicara mengenai kesetiaan, loyalitas dan kasih sayang. Walau film ini tidak dibuat persis seperti kejadian sesungguhnya, tapi inti cerita dari film ini tetap sama.  Film ini merupakan remake dari film produksi jepang karya Seijiro Koyama pada tahun 1987.

Cerita diawali dengan seekor anak anjing yang dikirim melalui pos, dan secara tidak sengaja paket ini terlantar di stasiun kota kecil dan kemudian akhirnya anjing tersebut yang diberi nama Hachi akhirnya diambil/dipungut oleh Professor  Parker Wilson (diperankan oleh Richard Gere). Awalnya Parker tidak berencana untuk memelihara Hachi, dan berusaha untuk menemukan pemilik dari Hachi, tetapi hubungan yang ada akhirnya membuat Parker memelihara Hachi, walau pada awalnya tidak didukung oleh istri Parker, Cate Wilson (yang diperankan oleh Joan Allen).

Kesetiaan Hachi terhadap Parker ditandai dengan kegiatan rutin Hachi untuk menemani Parker setiap harinya menuju stasiun kereta untuk mengajar dan dengan setia menunggu kedatangan Parker di stasiun yang sama untuk menjemput sore harinya. Kegiatan tersebut telah menjadi kegiatan rutin Hachi setiap hari, sampai akhirnya pada suatu saat sang Proffesor mendapatkan serangan jantung pada saat mengajar dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Hari demi hari Hachi terus menunggu kehadiran Parker di stasiun tersebut sampai akhir hayatnya.

Film ini diilhami dari kejadian yang sesungguhnya terjadi di Tokyo Jepang, yang terjadi pada tahun 1923. Hachi yang merupakan anjing jenis Akita Inu akhirnya dipelihara oleh Prof Ueno sampai kematiannya pada tahun 1925. Selanjutnya Hachi terus menuggu sang professor di stasiun kereta tersebut sampai akhir hayatnya pada tahun 1935. Setelah kematian Prof. Ueno, dan masyarakat sekitar stasiun itu mengetahui kesetiaan Hachi, masyarakat sekitar itu kemudian menambahkan kata ko (yang berarti sayang) kepada Hachi,s ehingga panggilan Hachi pun menjadi Hachiko. Kedua sahabat ini (Hachi dan Prof Ueno) akhirnya dimakamkan bersebelahan. Dan untuk mengenang kesetiaan Hachi, maka dibuatkan patung Hachi didepan stasiun Shibuya Tokyo, walau patung ini sempat dihancurkan untuk kepentingan Perang Dunia, tetapi patung baru Hachiko dibuat kembali untuk mengenang kesetiaannya.

Film ini sebenarnya adalah film yang sangat sederhana dengan dukungan 2 aktor papan atas yaitu Richard Gere dan Joan Allen, tapi film ini sarat akan makna hubungan 2 mahluk hidup yang tidak pernah saling melupakan, makna akan kesetiaan dan loyalitas. Beruntung sekali film ini (walaupun telat rilis di Indonesia, karena fim ini adalah film produksi 2009) akhirnya rilis disini, karena mungkin film ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua yang saat ini tampaknya sedang krisis panutan, dan mungkin juga kita dapat belajar sesuatu dari seekor anjing.

Review: C+

Explore posts in the same categories: movie review

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: