Clash of the Titans: Pemberontakan si Anak Dewa

Dalam mitologi Yunani Titan berarti ras yang kuat atau dewa, sehingga clash of the titans tidak lain adalah pertarungan yang terjadi antar dewa. Dan memang itulah yagn terjadi di film Clash of the titans ini. Semua persoalan ini dimulai ketika manusia mulai mempertanyakan dan berpaling dari kepercayaan atas kekuasaan dewa dewi yang dipimpin oleh Zeus. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Dewa Hades (diperankan oleh Ralph Fiennes) yang sesungguhnya mempunyai dendam tersendiri terhadap Dewa Zeus (diperankan oleh Liam Neeson), dengan cara mempengaruhi Zeus untuk menghukum manusia. Dan tanpa ada alasan yang jelas Hades membunuh keluarga yang selama ini telah membesarkan Perseus (diperankan oleh Sam Worthington) yang sebenarnya tidak lain dan tidak bukan adalah anak dari Dewa Zeus yang melakukan hubungan terlarang dengan seorang manusia.

Tidak berhenti disitu, Hades juga mengancam akan melepaskan mahluk mengerikan Kraken yang akan mengancam kehidupan manusia. Perseus yang memang sebelumnya sudah mempunyai dendam tersendiri terhadap Hades kemudian berjuang untuk mencegah bencana ini. Dan hanya satu jalan untuk menaklukan Kraken yaitu dengan cara menaklukan terlebih dahulu Medusa, mahluk yang tidak kalah mengerikan dari Kraken.

Film ini dengan budget yang membengkak selama proses produksi, memang merupakan salah satu film yang patut ditunggu kehadirannya. Kaya dengan special efek dan animasi yang memang menjadi sajian utama di film ini. Hanya saja satu hal yang patut disayangkan adalah ending yang terasa menjadi terlalu mudah, karena begitu mudahnya Perseus menaklukan Kraken dan Hades, sementara pertarungan antara Perseus dan Medusa terasa lebih berat. Hal ini membuat seakan akan klimaks justru terjadi pada pertarungan antara Perseus dan Medusa, yang seharusnya justru klimaks terjadi pada pertempuran Perseus dan Kraken dan Hades. Terlepas dari kekurangan – kekurangan yang ada Clash of the Titans adalah film yang patut untuk ditonton. Louis Letterier sebagai sutradara berhasil meramu tempo yang berjalan dengan relative cepat, animasi dan  special effek menjadi suatu film memang layak untuk ditunggu kehadirannya.

Satu saran untuk dapat menikmati film ini dengan baik adalah: Jangan pergunakan logika dalam menonton film ini karena ada cukup banyak hal – hal yang diluar nalar yang mungkin tidak perlu kita pertanyakan, karena hal tersebut akan mengganggu kita dalam menikmati film ini.

Review: A-

Explore posts in the same categories: movie review

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: