IRON MAN 2: superhero yang krisis energy

Rilis Internasional: 7 Mei 2010
Pemain: Robert Downey Jr, Gwyneth Patrow, Don Cheadle, Samuel L Jackson, Mickey Rourke
Sutradara: Jon Favreau
Produser: Kevin Feige,Avi Arad, Susan Downey
Distribusi: Paramount Pictures
Budget: USD 200 juta

Sinopsis

Seakan untuk mengingatkan kita atas apa yang terjadi di akhir Iron Man, film Iron Man 2 dibuka dengan adegan press conference dari Tony Stark (diperankan oleh Robert Downey Jr) yang mengungkapkan kepada public secara terbuka bahwa dialah sang Iron Man. Adegan ini merupakan penyambung cerita agar terjadi suatu hubungan yang jelas dan erat antara Iron Man dengan sequel nya yaitu Iron Man. Keberhasilan Tony Stark dengan menciptakan kostum Iron Man yang terbukti ampuh dan mempunyai kemampuan untuk menjadikan seseorang yang memakai kostum tersebut menjadi Superhero ternyata membawa Starks kedalam beberapa permasalahan yang lebih kompleks.

Masalah pertama yang dihadapi pertama tidak lain adalah pemerintah Amerika Serikat sendiri, dalam hal ini Departemen Pertahanannya yang merasa bahwa Stark dapat menjadi ancaman tersendiri bagi Amerika Serikat karena eksistensi Starks yang berdiri sebagai suatu pihak swasta independen diluar pemerintah. Senator Amerika Serikat pun nagkat bicara mengenai keberadaan kostum dari Iron Man ini, tuntuan terhadap Stark untuk menyerahkan kostum tersebut kepada negara, dalam hal in adalah pemerintah Amerika Serikat, ditolak mentah mentah oleh Stark. Dan ternyata dibalik ini semua ada pihak lain yang sebenarnya merasa terganggu atas hasil penemuan Starks ini, yaitu Hammer yang merupakan perusahaan penyedia teknologi senjata dan pertahanan bagi Amerika Serikat, yang diam diam menjadi pihak yang secara langsung menjadi berseberangan dengan Starks. Seakan tidak cukup disitu, Stark juga menhadapi dendam seorang Ivan Vanko (diperankan oleh Mickey Rourke) yang membawa kekecewaan seorang Vanko senior yang secara sepihak ditinggalkan oleh Howard Stark (ayah dari Tony Stark) setelah mendesain suatu reaktor pembangkit energy yang pada akhirnya dipergunakan oleh Stark sebagai sumber energy utamanya. Dendam Ivan Vanko ini membawa Ivan untuk melanjutkan dan mengembangkan arsitektur energy yang diwariskan oleh Vanko senior kepadanya, dan pada akhirnya Ivan berhasil membuat suatu reactor energy, yang walaupun masih belum sempurna, ternyata cukup ampuh untuk melawan Stark. Dengan menciptakan cambuk energy Ivan berusaha untuk melampiaskan dendam keluarga Vanko di ajang balap formula 1 di Monaco, dimana Stark adalah salah satu pembalap di ajang tersebut, dan akhirnya pertarungan tidak terelakkan di lintas balap Monaco.

Disamping itu semua yang merupakan permasalahan yang dihadapi, Stark juga menghadapi kenyataan bahwa reactor yang selama ini ditanam dalam tubuhnya bukanlah suatu system yang sempurna, karena reactor ini ternyata memberikan suatu efek terhadap tubuhnya, yang secara lambat laun mulai mengganggu dan “meracuni” kehidupan Stark. Kegalauan akhirnya membuat suatu depresi tersendiri bagi Stark yang kemudian menyerahkan tongkat kepemimpinan perusahaan kepada asistennya yang bernama Pepper Potts (diperankan oleh Gwyneth Pattrow). Tidak berhenti disini, kegalauan Stark membawa dirinya kedalam situasi yang tidak menguntungkannya, ketika pada suatu pesta pribadi, Iron Man (Stark) mulai kehilangan kendali, dan pada saat itu seorang Kolonel Angkatan Udara James Rhodes (diperankan oleh Don Cheadle), yang memang selama ini juga telah memantau kehidupan Stark, kemudian berinisiatif mengenakan salah satu kostum Iron Man dan akhrinya bertarung dengan Stark, pertarungan tersebut berakhir tanpa ada suatu solusi yang jelas, selain bahwa akhirnya James Rhodes membawa kostum yang dikenakannya dan menyerahkan kepada Departemen Pertahanan, yang kemudian meminta Hammer untuk segera mempersenjatai kostum tersebut. Dilain sisi ternyata Jack Hammer pun telah berhasil menggaet Ivan Vanko untuk bersama sama menghancurkan Iron Man.

Sadar akan kelemahan reactor energy yang dimiliki, Stark berusaha untuk memperbaiki reactor tersebut dengan dukungan suatu agency pemerintah Amerika yang entah datang dari mana, kemudian memberikan bantuan yang akhirnya Stark menyadari bahwa Stark senior telah mewariskan suatu pengembangan reactor energy yang lebih baik. Dan disaat yang kritis, dengan reactor ini Iron Man berusaha menyelamatkan dan melawan robot2 tak berawak yang dikendalikan oleh Ivan Vanko. Dan pada pertarungan terakhir adalah pertarungan antara Stark dan Rhodes dengna kostum Iron Man melawan Ivan Vanko dengan cambuk energinya. Siapa yang menjadi pemenang? Tentunya kita dari awal sudah dapat menduga, pada akhrinya superhero memang harus menang di akhir cerita.

Review:

Sebagai suatu film sequel Favreau, seperti sutradara lainnya, mempunyai suatu beban mental yang tidak kecil untuk membuat film ini lebih berhasil dari pada film pertamanya. Budget yagn lebih besar, artis yang lebih banyak, cerita yang lebih kompleks, musuh yagn lebih dahsyat, special effect yang lebih menarik adalah merupakan modal utama dari film ini. Jalinan cerita yang relative rapih dan tempo yang berjalan dengan cukup cepat membuat film ini menjadi suatu karya yang memang enak untuk dinikmati. Ditambah lagi para pemain, khususnya aktor aktor utama yang memang berhasil bermain dengan cukup baik. Downey Jr berhasil dengan baik memerankan seorang pengusaha eksentrik dan semaunya sendiri sekaligus superhero yang menghadapi kejenuhan dan kegalauan ketika semakin sadar bahwa hidupnya terancam karena reactor sumber energy yang masih belum sempurna. Aktor lainnya yang perlu mendapatkan sorotan khusus adalah Mickey Rourke yang rata –rata berperan antagonis sebagai figure yang liar, urakan dan keji, dan rata rata Rourke berhasil memerankan peran atau figure ini. Tampil sebagai seorang ilmuwan Rusia, Rourke muncul sebagai seorang ilmuwan yagn jauh berbeda dari umumnya ilmuwan dengan kaca mata tebal dan kutu buku, Rourke tampil sebagai ilmuwan fisika yang bertato, berdarah dingin, ahli dalam bidangnya sekaligus pecinta burung kakak tua.

Setiap film laga biasanya mempunyai suatu adegan khusus yang menjadi ikon dalam film tersebut, suatu adegan yang menjadi ciri khas dari film tersebut. Demikian pula halnya dengan Iron Man 2 ini, kemunculan Ivan Vanko di lintasan balap Monaco dan kemudian mulai mengeksekusi satu persatu mobil formula yang sedang berlaga dengan cara mencambuk mobil tersebut sehingga terbelah adalah suatu hal yang sangat khusus dari film ini. Suatu adegan yagn mungkin sulit untuk dipisahkan dari brand Iron Man 2. Adegan ini bisa tereksekusi dengan sangat baik dan sangat riil ditampilkan di layar lebar dan juga memberikan penilaian tambah terhadap film ini.

Dengan segala kelebihan aygn dimiliki film ini juga tidak lepas dari kekurangan atau kelemahannya, salah satu yang cukup menonjol adalah adanya ketidak serasian dalam cerita dimana ketika Rhodes kemudian berinisiatif mengenakan kostum Iron Man dan kemudian membawa pergi kostum tersebut, tidak pernah terungkap di film ini, bagaimana sumber energy yang didapat untuk membuat kostum tersebut beroperasi sama canggih dan hebatnya dengan kostum Iron Man yang dipergunakan oleh Stark. Sementara Stark menggunakan suatu rekator energy yang tertanam di dalam tubuhnya. Demikian juga ketika Ivan Vanko menciptakan kostum dan cambuk energynya, penciptaan reactor energy merupakan salah satu isu utama. Tapi tentunya hal ini tidak menjadi suatu hal yang terlalu mengganggu, karena sebagai suatu film fiksi yang mengeksploitasi ke superheroan tokoh tertentu, kelemahan ini dapat ditolerir dengan mudah.

Cerita: C+
Pemain: B-
Sinematografi: B
Special Effect: B+
Keseluruhan: B

Explore posts in the same categories: movie review

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: