THE A-TEAM: Perjuangan Tentara Desersi

Rilis Internasional:  11 Juni 2010

Pemain: Liam Neeson, Bradley Cooper, Quinton Jackson, Sharlto Copley

Sutradara: Joe Carnahan

Produser: Ridley Scott, Tony Scott, Jules Daly, Stephen J Cannel, Alex Young

Distribusi: 20th Century Fox

Budget: USD 110,000,000

Genre: Action

MPAA Rating: Remaja

Durasi: 117 menit

Sinopsis:

Film ini dimulai dari kisah awal perkenalan para anggota the A team yang anggota Ranger yang menghadapi beberapa masalah. Kebutuhan satu sama lain akhirnya mengikat mereka menjadi satu tim yang sangat kompak. Dibawah pimpinan sang Kolonel Hannibal (diperankan oleh Liam Neeson), tim ini sesuai dengan serial TV nya terdiri atas Face (diperankan oleh Bradley Cooper), Murdock (diperankan oleh Sharlto Copley) dan BA (diperankan oleh Quinton Jackson)

Tim ini menjadi suatu tim yang cukup dikenal dikalangan angkatan darat Amerika karena keberhasilan mereka dalam menunaikan tugasnya, sampai akhirnya terjadi “semacam persaingan” yang tidak sehat antara kelompok, membuat tim ini dikambinghitamkan atas kematian seorang jendral di Irak dan misi tidak resmi yang mereka jalankan. Peristiwa ini mengirim mereka kepada pengadilan militer yang akhirnya merak mendapatkan penurunan pangkat serta harus mendekam di balik penjara, kecuali Murdock yang dinilai mengalami gangguan kejiwaan.

Tetapi ternyata pemerintah Amerika melalui CIA masih membutuhkan keahlian dati tim ini, yang akhirnya the A team mendapatkan penugasan kembali secara “tidak resmi” untuk mencari cetakan uang palsu yang ditengarai sedang dalam proses diperjual belikan. Penugasan ini akhirnya secara tidak sengaja mengungkapkan semua misteri dibalik pengkambinghitaman mereka dan juga pengkhianatan yang dilakukan oleh oknum militer Amerika sendiri.

Review:

Bagi anda yang dulu tidak pernah mengikuti serial TV ini, tidak perlu khawatir karena film ini seakan memulai suatu cerita legenda the A team. Cerita dimulai dari perkenalan masing masing anggota tim yang memang sebenarnya tergabung dalam satu kesatuan yang sama yaitu Army Ranger.

Sementara bagi anda yang memang penggemar berat film serial TV nya, tentunya tidak boleh melewatkan film ini, walaupun ada beberapa hal yang tidak persis sama dengan serial TV nya seperti misalnya adalah penampilan BA yang biasanya penuh dengan kalung, kali ini BA tampil minimalis tanpa aksesories. Face yang cenderung sangat menjaga penampilan, kali ini face tampil dengan style yang lebih “tentara”. Disamping itu versi layar lebar the A team ini membongkar pola yang ada di serial TV, dimana pada serial tv, the A team tidak pernah melakukan pembunuhan, artinya tidak ada korban yang sampai tewas di serial nya. Kini tampil di layar lebar seperti layaknya film laga yang memang keras dan pastinya ada korban jiwa, membuat the A team ini menjadi lebih realistis. Disamping itu kebiasaan untuk merakit sesuatu atau membuat seuatu perlengkapan atau peralatan yang dibutuhkan, masih dapat kita lihat di layar lebar, demikian pula dengan van kesayangan BA yang berwarna hitam itu juga tampil walau dalam porsi yang kecil.

Film ini juga menjawab beberapa hal yang mungkin tidak terungkap di serial tv, yaitu antara lain adalah: mengapa seorang tentara “Ranger” seperti BA mengalami takut untuk terbang, karena di film ini ditunjukkan apa yang membuat BA menjadi trauma untuk terbang.

Sejak awal film kita sudah disuguhi adegan laga dengan tempo yang cepat, dan ini berlangsung terus selama hamper 2 jam. Sungguh suatu hiburan yang memanjakan para penggemar film laga. Sebagai suatu film hiburan laga dengan beberapa bumbu komedi, film the A team ini menjadi salah satu film yang tidak boleh dilewatkan oleh para penggemar film laga, dan walau tidak terlalu digembar gemborkan sebagai film laga yang ditunggu seperti misalnya Price of Persia, Robin Hood dan beberapa film lainnya, tetapi film the A-team ini ternyata justru terkemas dengan sangat baik sebagai sebuah film laga, baik dari cerita, penggambilan gambar maupun kreasi baru yang diciptakan.

Ridley Scott sebagai produser dari film ini ternyata berhasil menghasilkan suatu film laga yang berbobot, sungguh disayangkan ketika justru duduk sebagai sutradara, Ridley gagal mengemas Robin Hood sebagai suatu laga epic yang menarik.

Cerita: A

Pemain: B+

Sinematografi: B+

Special Effect: B+

Keseluruhan: A-

Explore posts in the same categories: movie review

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: