THREE MUSKETEERS: Kisah Klasik Rasa Modern

Rilis Internasional : 21 Oktober 2011

Pemain : Logan Lerman, Milla Jovovich, Mathew Macfadyen, Ray Stevenson

Sutradara : Paul WS Anderson

Produser : Paul WS Anderson, Scott Rudin, Jeremy Bolt, Robert Kulzer, Samuel Hadida, Stephen Margolis

Distribusi : Summit Entertainment

Budget : usd 90juta

Genre : Action

MPAA Rating:

Durasi : 110 menit

Sinopsis

Cerita klasik karya Alexander Dumas ini masih diusung dengan kuat, walau mungkin secara detail mengalami penyesuaian disana sini. Cerita masih berkisar antara 3 pihak yaitu tiga Musketeers, atau mantan pasukan pelindung raja yang bernama Athos (diperankan oleh Matthew Macfadyen), Porthos (diperankan oleh Ray Stevenson) dan Aramis (diperankan oleh Luke Evans) ditambah dengan seorang anak muda yang berobsesi untuk menjadi Musketeers yaitu D’Artagnan (diperankan oleh Logan Lerman) berhadapan dengan sang raja sendiri dan Kardinal Richelieu (diperankan oleh Christoph Waltz) yang berniat mengguasai kerajaan Perancis dengan bantuan Milady de Winter (diperankan oleh Milla Jovovich) dan dibantu oleh Duke of Buckingham (diperankan oleh Orlando Bloom)

Adalah tugas para Musketeers untuk mencegah kejatuhan kerajaan perancis yang dipimpin oleh seorang raja yang masih muda belia dan lugu, walau tugas yang diemban tersebut harus memaksa mereka untuk menyebrang ke Inggris dan menggagalkan konspirasi busuk yang disusun oleh sang Kardinal.

Review

Walau telah diangkat ke layar lebar berkali kali, tetapi sepertinya karya Alexander  Dumas ini tetap mempunyai daya tarik tersendiri. Dengan penyesuaian disana sini dan juga dengan memberikan sentuhan modern khayalan ala “Wild Wild West” Three Musketters ini sedikit bergeser dari sentuhan klasik menjadi sebuah fiksi setengah modern. Sebenarnya sentuhan modern bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan ke klasikan dari cerita ini. Walau sebenarnya sah – sah saja sebagai suatu karya seni dan interpetasi yang dalam bentuk beda, tapi sentuhan modern yang dilakukan, menjadi sedikit terasa berlebihan. Pertarungan klasik dengan pedang yang biasanya menghias film sebelumnya digantikan dengan dentuman senjata – senjata semi modern, dan juga bentuk bentuk khayalan lainnya, seakan merusak ke klasikan karya Dumas ini.

 Cerita : C+

Pemain : C+

Special Effect : B

Keseluruhan : C+

Explore posts in the same categories: movie review

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: