47 RONIN: REVENGE OF THE RONIN

hr_47_Ronin_11

Rilis International (Release Date): 25 December 2013

Pemain (Starring): Keanu Reeves, Hiroyuki Sanada, Tadanobu Asano, Rinko Kikuchi, Kou Shibasaki, Jin Akanishi, Min Tanaka

Sutradara (Directed by): Carl Erik Rinsch

Produser (Produced by): Scott Stuber, Panela Abdy, Eric McLeod

Studio: H2F Entertainment, Mid Atlantic Films, Moving Picture Company, Stuber Productions

Distribusi (Distributed by): Universal Pictures

Budget: USD 175 million

Genre:  Action

Durasi (Running Time): 119 minutes

Sinopsis (Synopsis):

Kai (Keanu Reeves) adalah seorang manusia separuh iblis yang hidup di dusun Ako. Dilindungi dan dibesarkan oleh Lord Asano (Min Tanaka),  Kai tumbuh menjadi salah satu abdi / pekerja di clan Asano. Kehidupan di Ako membawa Kai dalam sebuah hubungan “terlarang” dengan Mika (Kao Shibasaki) yang tidak lain dan tidak bukan adalah putri Lord Asano.

Kai (Keanu Reeves) is a man half demon who lives in the village Ako. Protected and raised by Lord Asano (Min Tanaka), Kai grew into one of the servants / workers in the Asano clan. Life in Ako bring Kai in a “forbidden” relationship ” with Mika (Shibasaki Kao) is none other than the daughter of Lord Asano.

Semua berjalan seperti kehidupan normal, sampai suatu saat Lord Asano menyelenggarakan sebuah turnamen yang dibuka langsung oleh Shogun Tokugawa Tsunayoshi (Cary Hiroyuki Tagawa) yang dihadiri juga oleh Lord Kira (Tadanobu Asano). Tanpa diduga ternyata Lord Kira mempunyai agenda terselubung untuk mengambil alih dusun Ako. Dan niat tersebut dilangsungkan selama masa turnamen dengan bantuan seorang penyihir bernama Mizuki (Rinko Kikuchi). Dengan bantuan sihir tersebut Lord Asano difitnah dan kemudian akhirnya mendapatkan hukuman dari Shogun Tokugawa untuk melakukan seppuku (bunuh diri) sebagai bentuk pertanggung jawaban Asano terhadap apa yang terjadi dan dituduhkan terhadapnya.

All runs like a normal life, until one day Lord Asano organized a tournament which was opened by Shogun Tokugawa Tsunayoshi (Cary Hiroyuki Tagawa) who attended also by Lord Kira (Tadanobu Asano). Lord Kira unexpectedly turned out to have a hidden agenda to take over the village Ako. And the intention was carried out during the tournament with the help of a witch named Mizuki (Rinko Kikuchi). With the help of the magic of Lord Asano maligned and then finally get the punishment of the Tokugawa Shogun to commit seppuku (suicide) as a form of accountability for what happens Asano and alleged against him.

Bukan itu saja hukuman berikutnya adalah dusun Ako diserahkan kepada Lord Kira dan Mika pun diperintahkan untuk menikah dengan Lord Kira. Sementara itu seluruh samurai Lord Asano yang dipimpin oleh Oishi (Hiroyuki Sanada) dibubarkan. Merasa terpanggil untuk membalaskan dendam Lord Asano, Oishi, Kai dan seluruh Ronin (samurai yang telah kehilangan Tuannya) itu yagn berjumlah 47 orang menanti saat yang tepat untuk membunuh Lord Kira, walaupun mereka sadar bahwa keberhasilan mereka untuk melakukan misi tersebut akan berujung pada kematian mereka sendiri karena melanggar perintah Shogun yang melarang mereka untuk melakukan pembalasan dendam ke Lord Kira, setelah Lord Asano melakukan Seppuku.

Not only that the next sentence is handed over to the village Ako Lord Kira and Mika was ordered to marry the Lord Kira. While the whole samurai of Lord Asano led by Oishi (Hiroyuki Sanada) is dissolved. Feel compelled to avenge Lord Asano, Oishi, Kai and the whole Ronin (samurai who has lost his master) was yagn numbered 47 people waiting for the right moment to kill Lord Kira, even though they are aware that their success for the mission will lead to their death Shogun himself for violating orders prohibiting them to take vengeance to the Lord Kira, after Lord Asano perform Seppuku.

Review :

Sebuah cerita klasik Jepang yang sudah ditunggu tunggu sejak 2012 dan mengalami penundaan tayang beberapa kali, film ini menjadi sebuah karya yang cukup mengecewakan. Sebuah karya dan sejarah klasik Jepang mengenai kesetiaan yang diangkat ke layar lebar ,yang sayangnya tidak ditampilkan dengan keseriusan sebagai sebuah karya klasik, karena harus mengalami adaptasi dengan konsep monster yang membuat kisah ini menjadi tidak klasik.

A classic Japanese story that has been eagerly awaited since 2012 and has been delayed released several times, the film becomes a work which was quite disappointing. A masterpiece of classical Japanese history and the loyalty that is made ​​into a movie, which unfortunately does not display the seriousness as a classic work, because they have experience with the concept of adaptation is becoming very annoying monsters

Film ini seharusnya tidak berjudul “47 Ronin” mungkin akan lebih baik apabila film ini berjudul lain, seperti misalnya adalah “Revenge of Ronin”.

This film should not be titled “47 Ronin” would probably be better if the film is titled another, as for example is the “Revenge of the Ronin”

Cerita (Story):  D

Pemain (Acting): C+

Sinematografi (Cinematography): B

Special Effect: C+

Keseluruhan (Overall): C-

Pekanbaru 7 January 2014

rizanovara@gmail.com

Explore posts in the same categories: movie review

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: